Dirgahayu Tarung Derajat Aceh

Dirintisnya Tarung Derajat di Tanah Rencong, Aceh, perkembangan beladiri yang berasal dari Bandung ini sudah sembilan tahun berjalan sejak diresmikan langsung oleh Sang Guru Tarung Derajat pada 13 Januari 2003 di Banda Aceh. Kang Yanyan Rahmat adalah Petarung yang ‘ditugaskan’ oleh Perguruan Pusat untuk mengembangkan Tarung Derajat di Aceh, sekarang beliau sebagai Pelatih Utama di Aceh. Tak tanggung-tanggung, Kang Yanyan adalah peraih medali emas Tarung Bebas pada kejurnas AA BOXER di kelasnya.
Pada era tahun 90-an, pertandingan AA BOXER CUP digelar dengan cara BOXER (sekarang Tarung Derajat) yang sangat tradisional. Tanpa pelindung apapun dengan aturan Tarung Bebas, full body contact. Tak ada matras, hanya lantai dan gegaris pembatas arena pertarungan. Bisa dibayangkan kucuran darah dari hasil ‘jual beli’ pukulan atau tendangan antara Petarung yang bertanding. Pemenang Tarung Bebas ditentukan ketika lawannya menyatakan diri kalah (menyerah). Jika belum ada kata atau tanda menyerah dari salah satu Petarung, maka artinya pertarungan masih dilanjutkan, tak peduli hidung patah, muka lebam, darah bercucuran dan cedera luka lainnya. Hingga sejak saat itu, beladiri BOXER benar-benar diakui di jalanan, pertarungannya saja memang simulasi tarung sebagaimana mestinya.
Melihat perkembangan Tarung Derajat yang sudah menjalar ke dunia Internasional, beberapa aturan tradisional Tarung Derajat mulai diperhalus atas saran komite beladiri Internasional. Pertarungan sekarang sudah memakai head dan body protector selain handsbox dan gumshield. Aturan inipun masih dalam masa uji coba, apakah Petarung merasa nyaman atau tidak serta pertimbangan lainnya. Maka mungkin saja aturan pertarungan nantinya akan dikembalikan pada kondisi sebelumnya, hanya memakai handsbox (sarung tangan) dan gumshield saja (pelindung gusi).
Tentang Tarung Derajat di Aceh, menyongsong PON 2012 di Riau, KODRAT (Keluarga Olahraga Tarung Derajat) Aceh berhasil meraih tiket ke Riau atas hasil Pra-PON Kaltim yang telah diraih. Kontingen Aceh akan bertanding pada 6 (enam) nomor pada PON 2012 Riau. Masing-masing 4 kelas Tarung Putra, 1 kelas Tarung Putri, dan 1 kelas nomor Seni Gerak Tarung. Petarung Putra: Suhermansyah (52,1-55 kg), Azman Fauza (61,1-64 kg), M Saepul Anwar (64,1-67 kg) dan Agus Maisurah (52,1-58 kg) di nomor Tarung Putri. Seni Gerak: M Iqbal, Iwan Rahmat, Heni Fitria, dan Siti Sarawiyah.

Perkembangan Tarung Derajat di Aceh sudah cukup merata, meski masih perlu pembenahan pada banyak sektor. Namun, diusianya yang masih belia di Nanggroe Aceh, KODRAT Aceh cukup berbicara ‘lantang’ di tingkat nasional dalam bidang prestasi. Sejatinya, prestasi terbesar pembinaan Tarung Derajat adalah menciptakan Petarung yang menjaga kehormatan diri, keluarga, orang lain, bangsa, dan negara. Petarung yang mengerti bagaimana mengolah otak, mengolah otot, dan mengolah nurani sehingga membawa kedamaian pada setiap jejak langkahnya.

Selamat Ulang Tahun KODRAT Aceh, semoga terus melahirkan Petarung terbaik dengan wujud MORTAL GHADA. Box!!

2 thoughts on “Dirgahayu Tarung Derajat Aceh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s