Dimana Razia Hari Ini?

Pertanyaan itulah yang sering muncul sejak dimulainya operasi Zebra oleh pihak kepolisian di Banda Aceh. Banyak orang ingin mengetahui razia spot supaya bisa segera mencari jalur alternatif agar terhindar dari razia. Kenapa harus selalu bertanya ‘dimana razia’? Kesan yang timbul adalah cemas, takut, dan bahkah gelisah. Sebegitu parahkah razia seolah dianggap sebagai ancaman?

Terlebih dulu kita harus ketahui arti dari ‘razia’ itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):

ra·zia n 1 penangkapan beramai-ramai; penggerebekan penjahat yg berbahaya bagi keamanan; 2pemeriksaan serentak (surat-surat kendaraan bermotor, surat televisi, dsb).”

Jika yang dimaksud orang-orang adalah arti nomor dua, memang ada benarnya. Fakta di lapangan, pihak polisi memang memeriksa kelengkapan surat kendaraan bermotor serta kelengkapan kendaraan bermotor itu sendiri. Manfaatnya untuk menegakkan kedisiplinan pengendara di jalanan. Selain itu juga untuk meningkatkan peluang hidup pengguna jalan yang rata-ratanya berada dalam usia produktif. Seperti yang kita ketahui, angka kematian di Indonesia sangat tinggi salah satunya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Jadi, razia dalam hal ini sekiranya sangat penting agar pengguna jalan patuh pada setiap aturan yang berlaku. Misalnya kewajiban penggunaan helm depan-belakang pada sepeda motor, tujuannya untuk melindungi pengendara itu sendiri. Kebanyakan kita malah sepele tentang hal ini. Anehnya, kita harus diberi sanksi terhadap hal yang sebenarnya bermanfaat bagi keselamatan hidup kita.

Terkait beberapa kejadian teror belakangan ini, wajar saja ada hubungannya dengan operasi razia yang gencar dilakukan sehingga definisi razia sempurna, dilengkapi oleh definisi nomor satu. Mengingat kurang harmonisnya kondisi politik, razia bertujuan untuk memperkecil gerak pelaku teror. Tujuan lainnya adalah meredam dan memberangus peredaran senjata api pasca konflik di Aceh.

Razia yang bertujuan untuk kesalamatan dan perdamaian malah dianggap sebagai ancaman bagi sebagian orang. Mental pengecut dan tidak bertanggung jawab masih bertengger di dalam diri, menebar berbagai tanya ‘dimana razia’. Mungkin yang bertanya demikian khawatir tertangkap akibat administrasi berkendara yang tidak lengkap atau khawatir razia akan memperlambat aktivitas. Entahlah, banyak hal yang tidak kita ketahui tentang sebab sebagian orang melontarkan pertanyaan ‘dimana razia’. Pertanyaan itupun kebanyakan ‘keluar’ dari pelajar dan mahasiswa.

Belajar bertanggung jawab mulai sekarang. Jika tidak punya kelengkapan surat berkendara, sebaiknya tidak menggunakan kendaraan pribadi atau saran ‘nakal’nya agar mencari jalur alternatif supaya tidak berurusan dengan aparat razia. Banyak jalan menuju Indonesia kan?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s